Tak Hanya Menteri, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Ternyata Juga Dipakai Pimpinan MPR, DPR, dan DPD

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive beberapa waktu yang lalu santer dikabarkan menjadi kendaraan dinas para menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Namun, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive ternyata tidak hanya dipakai para menteri, tetapi juga anggota Parlemen Indonesia, yakni para pimpinan MPR, DPR, dan DPD.

Dilansir oleh Gridoto.com, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive tampak terparkir di Gedung DPR/MPR/DPD RI.

Ketika Otomotifnet.gridoto.com berkunjung ke Gedung DPR/MPR RI yang berlokasi di Senayan, Jakarta Selatan, mereka menemui dua unit Toyota Crown 2.5 HV G-Executive berkelir hitam.

Keduanya berplat hitam dengan nomor RI 65 dan B 1732 RFS.

Kedua mobil tersebut merupakan bagian dari mobil dinas yang didatangkan oleh PT Astra International Tbk-TSO.

Total ada 19 unit yang dipakai anggota parlemen, yakni 5 unit untuk pimpinan DPR, 10 unit untuk pimpinan MPR, dan 4 unit untuk pimpinan DPD RI periode 2019-2024.

Di negara asalnya, mobil ini mempunyai nama sedikit berbeda dengan yang digunakan menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Di Jepang, mobil hybrid ini bernama Toyota Crown 2.5 G Executive Four.

Pemerintah sepertinya ingin menegaskan bahwa mobil yang mereka gunakan adalah kendaraan hybrid dengan membawa embel-embel HV (Hybrid Vehicle) di mobil dinasnya.

Hal tersebut juga diaplikasikan pada bentuk fisik dengan adanya logo ‘hybrid’ pada buritan yang membuatnya makin mudah dikenali sebagai mobil hybrid.

Berikut spesifikasi, fitur, dan harga Toyota Crown 2.5 HV G-Executive:

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid merupakan bagian dari generasi ke-15 Toyota Crown yang diluncurkan pad 2018.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid merupakan mobil dinas untuk menteri Kabinet Indonesia Maju.

Toyota Crown Hybrid ini menggantikan Toyota Crown Royal Saloon yang menjadi mobil menteri sejak 2009-2019.

Secara keseluruhan, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid memiliki dimensi: panjang 4910 mm, lebar 1550 mm, tinggi 1455 mm, dan jarak sumbu roda atau wheelbase 2920 mm.

Ada 101 unit mobil Toyota Crown Hybrid yang diimpor dari Jepang lewat PT Astra International Tbk.

Selain untuk mobil dinas menteri, pejabat lain yang akan mendapat Toyota Crown Hybrid sebagai mobil dinas baru yaitu pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah.

Lalu, pimpinan Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, dan Komisi Yudisial.

Selain itu, ada pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan.

Belum lagi lembaga setingkat menteri mulai dari Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Republik Indonesia, hingga Sekretariat Kabinet.

Pihak Toyota mengklaim bahwa Toyota Crown Hybrid yang digunakan untuk mobil dinas menteri ini tidak akan dijual untuk umum.

Jumlah unit yang dihadirkan pun benar-benar terbatas, yakni 102 unit, tapi satu unitnya merupakan unit homologasi.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid merupakan sedan pabrikan Toyota.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid mengusung tiga pilar, Agility, Stability, dan Visibility.

Fungsinya memperkuat struktur sasis sehingga meningkatkan performa kendaraan pada titik terbaiknya.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid kemudian mengandalkan motor bakar atau mesin A25-FXS kapasitas 2.487 cc 4 silinder Dynamic Force Engine, penghasil tenaga puncak 184 PS pada 6.000 rpm, dan torsi maksimum 221 Nm pada 3.800-5.400 rpm.

Lantas saat menggunakan tenaga listrik, beroperasilah electric motor bertenaga 143 PS dan torsi 300 Nm sejak pedal gas diinjak.

Baterai yang digunakan adalah Nickel-metal Hydride (Ni-MH), dan transmisi Electronically Controlled CVT.

Sinergi motor listrik dan motor bakar lewat kendali HSD II membuat mobil mencatat konsumsi bensin yang efisien.

Lewat standar pengetesan JC08, konsumsi bahan bakarnya sekitar 20,8 km/L.

Selain lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, Toyota Crown Hybrid ini memiliki emisi yang rendah, sehingga menjadikannya lebih ramah lingkungan yaitu 112,0 g/km.

Toyota Crown Hybrid memiliki unsur safety termasuk di antaranya adalah perangkat safety SRS airbag pada driver and passenger seat, driver knee, driver and passenger side, hingga curtain shield pada kabin depan dan belakang, termasuk sasis TNGA yang diperkuat di beberapa sisi untuk meredam dampak tumbukan.

Tersedia juga fitur Pre-Collision System (PCS) untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil seperti pejalan kaki dan pesepeda, Lane Departure Alert (LDA) yang akan memberikan peringatan dan membantu mengkoreksi kemudi jika mobil melebar hingga memotong jalur dari posisi seharusnya di jalan.

Toyota Crwon Hybri ini juga memiliki fitur Automatic High Beam (AHB) yang akan menyalakan lampu jauh atau high beam untuk meningkatkan jarak pandang pengemudi dan mengembalikan fungsinya kepada lampu utama ketika detektor menjumpai adanya kendaraan di depan.

Ada pula fitur Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Blind Spot Monitor (BSM), dan Tire Pressure.

Toyota Crown generasi ke-15 yang dijual di Jepang sebetulnya punya tiga pilihan mesin.

Edisi paling rendah memakai mesin 2.000 cc 4 silinder turbo bertenaga 241 tk dan torsi 350 Nm.

Sedangkan untuk dua model lain adalah model hibrida bermesin bensin 2.500 cc dengan motor listrik berdaya 222 tk dan varian tertinggi mengusung jantung kombinasi bensin 3.500 cc V6 dengan motor listrik.

Khusus untuk model tertinggi yaitu Crown 3.5L Hybrid punya tiga varian, yakni yang terendah 3.5L Hybrid S, kemudian 3.5L Hybrid RS Advance, dan tertinggi yaitu 3.5L Hybrid G Executive. (3)

Di Jepang, 3.5L Hybrid S dibanderol 6.237.000 yen atau setara Rp 835 juta.

Crown 3.5L Hybrid RS Advance seharga 6.906.600 yen atau setara Rp 924 juta, dan Crown 3.5L Hybrid G Executive 7.187.400 yen atau setara Rp 962 juta.

Jika melihat situs resmi Toyota Global, untuk Crown 2.5 HV G-Executive ini dibanderol 6.323.400 yen atau sekitar Rp 840 jutaan.

Sumber : tribunnews.com